Pengkajian Pascaoperasi Stoma

stoma , , , , , , ,

Pengkajian ini salah satu hal yang terpenting dari asuhan keperawatan bagi pasien yang baru menjalani operasi pembuatan stoma. Tujuan pengkajian pascaoperasi stoma antara lain: memperoleh data akurat tentang kondisi pasien stoma, memudahkan perawat melakukan observasi pada pasien stoma, memudahkan penentuan intervensi keperawatan pada pasien stoma dan mengomunikasikan kondisi pasien kepada profesi kesehatan lain yang terlibat dalam pengelolaan pasien stoma.

Pengkajian pascaoperatif stoma memberikan informasi tentang data biografi, diagnosis penyakit (sebelum dan setelah operasi), jenis  prosedur operasi, keluhan utama pascaoperasi. Prosedur operasi pembuatan ada dua jenis, yaitu diversi gastrointestinal dan uriner. Diversi gastrointestinal meliputi caecostomy, ileostomi, dan kolostomi. Diversi urinary meliputi cutaneous ureteostomy, ileal conduit, suprapubic cystostomy, dan cutaneous vesicotomy.

secara spesifik keadaan stoma yang harus dikaji adalah jenis stoma, lokasi stoma, warna stoma, ukuran/diameter stoma, tinggi stoma dari permukaan /kulit, system bridge, jahitan mukokutaneoius, kulit sekitar stoma, jenis keluaran/output stoma, kantong yang dipakai, luka abdominal, drain, dan luka perineal. Pengukuran intake-output cairan dan elektrolit dalam 48 jam pertama pascabedah. Melengkapi pengkajian segera setelah operasi dan dianjurkan dengan abservasi setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan harus dilakukan oleh staf perawat yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan pasien stoma. Pengkajian yang tepat akan memfasilitasi asuhan keperawatan pasien stoma.

Pengkajian khusus stoma ini berkaitan dengan stoma setelah 48 jam pascaoperasi yang perlu diperhatikan/dikaji yaitu:

  • Tipe stoma

Semua tipe stoma tidak dapat dibedakan hanya dengan inspeksi saja, terkadang lokasi stoma di dinding abdomen dapat membantu menentukan tipe stoma seperti ileostomi, lokasinya di kuadran kiri bawah.

  • Viabilitas stoma (stomal viability)

Viabilitas stoma diukur lewat warna dan turgor stoma, dibentuk dari mukosa usus yang bersifat lembab berwarna merah daging dan edema adalah hal yang umum terjadi pada pascaoperasi ostomi. Stoma akan tampak tegang, agak sedikit berkilau dan bening.

  • Ketinggian stoma

Ketinggian stoma ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu, flush stoma yang kdudukannya lebih rendah dari permukaan kulit, stoma yang menonjol keluar panjang (prolaps) dan stoma normal memiliki ketinggian sekitar 2,5 cm.

  • Kontruksi Stoma

Tipenya ialah loop-stoma, end-stoma, double-barrel stoma dan divided stoma serta hal-hal yang berkaitan dengan kontruksi stoma seperti pemasangan rod atau jembatan pada loop stoma, pemasangan stent atau kateter ureter pada urinary stoma.

  • Lokasi stoma

Lokasi stoma pada abdomen akan sesuai dengan tipe stoma yang dibuat.

  • Ukuran stoma

Ukuran stoma dikaji secara akurat dengan menggunakan satuan ukut inchi atau sentimeter dan berdasarkan mukosa bertemu dengan kulit.

  • Jahitan pada mukokutaneous

Garis jahitan pada pertemuan mukosa dan kulit harus selalu dikaji.

  • Kulit di sekitar stoma

Gangguan pada kulit ditandai dengan adanya eritema, maserasi,kemerahan, ulserasi, dan melepuh.

Untuk konsultasi bisa hubungi: 0815 8407 7677 (Wa)

0822 1386 1270 (Wa)

0877 3134 6585 (Telepon/sms)

5B13F03F (BBM)

stoma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *