Dec 01

Perawat Home Care JADEBOTABEK 087731346585

Perawatan dirumah sakit telah menurun drastis setelah adanya perawatan home care, karena perawatan dirumah sakit lebih banyak mengeluarkan biaya dari pada home care. Itulah penyebab mengapa perawatan home care berkembang lebih cepat di negara kita ini, perawatan dirumah menjadi masalah yang kompleks dan harus diberi perhatian lebih tujuannya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi setiap individu.

Supaya home care ini berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan prinsip-prinsip dalam melakukan home care yaitu, antara Lain:

  • Pengelolahan dilaksanakan oleh home care
  • Pelaksanaan yang terdiri dari profesi kesehatan yaitu, dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, dan lainnya
  • Mengaplikasikan konsep
  • Mengumpulkan data secara sistematis, akurat dan komrehensif
  • Menggunakan data hasil pengkajian dan hasil pemeriksaan dalam menetapkan diagnose
  • Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada kebutuhan
  • Member pelayanan paripurna yang terdiri dari prepentif, kuratif, promotif ,dan rehabilitatif
  • Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan, medic dan lainnya
  • Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajement
  • Memelihara dan menjamin hubungan  baik diantara anggota tim
  • Mengembankan kemampuan professional
  • Berpartisipasi pada kegiatan riset untuk pengembangkan home care
  • Menggunakan kode etik profesi dalam melaksanakan pelayanan di home care.

Jenis pelayanan keperawatan dirumah ini dibagi menjadi3 yaitu yang pertama, keperawatan pasien yang sakit dirumah kenapa dirawat dirumah karena pasien yang sakit memerlukan asuhan keperawatan untuk meningkatkan kesehatannya dan mencegah tingkat keparahan sehingga tidak perlu dirawat dirumah sakit. Kedua, pelayanan atau asuhan kesehatan masyarakat yang fokusnya pada promosi dan prevensi. Dan yang ke-tiga, pelayanan atau asuhan spesialistik yang mencakup pelayanan pada penyakit–penyakit terminal misalnya kanker, penyakit–penyakit kronis seperti diabetes, stroke, hpertensi, masalah – masalh kejiwaan dan asuhan para anak. Memberi pelayanan secara langsung  dan mengevaluasi memiliki fungsi, melakukan pengkajian komprehensif, menyusun rencana perawatan,  melakukan  observasi terhadap kondisi pasien, membantu pasien dalam mengembangkan perilaku yang efektif, melibatkan keluarga dalam pelayanan, membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan, melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan dan mendekumentasikan asuhan keperawatan.

Untuk konsultasi dan sedang membutuhkan perawat home care bisa hub:

0815 8407 7677 (Telp/sms/Wa)

0822 1386 1270 (Wa)

0877 3134 6585 (Telp/sms)

5B13F03F (BBM)

 

Nov 01

Praktik Keperawatan Mandiri

Perawat Luka Depok

Perawatan Luka Tanah Baru Depok

Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia no52 tahun 2006 tentang standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan, tarif pelayanan praktik keperawatan mandiri ialah sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan kegiatan pelayanan perawatan yang dibebankan kepada klien sebagai jasa pelayanan keperawatan. Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional atau nurse melalui kerjasama yang bersifat kaloboratif baik dengan klien maupun tenaga kesehatan lain dalam upaya memberikan asuhan keperawatan yang holistic sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan termasuk praktik keperawatan individu dan berkelompok. Biasanya biaya tarif pelayanan ini ditentukan berdasarkan kebijakan dan komponen yang di perhitungkan secara layak dan wajar, dengan mempertimbangkan kontinuitas dan pengembangan layanan, daya beli masyarakat dan kompetensi yang sehat serta adil. Pembayaran ini dijamin oleh pihak  penjamin yang telah ditetapkan kesetaraannya dan saling menguntungkan dalam suatu ikatan perjanjian secara tertulis.

Tarif pelayanan praktik keperawatan mandiri meliputi dua komponen yaitu :

Yang pertama, tarif jasa sarana untuk praktik keperawatan mendiri  merupakan suatu imbalan yang diterima dengan pemakaian akomodasi, media komunikasi, bahan atau alat kesehatan maupun non kesehatan, bahan atau alat kesehatan yang telah dipakai, obat–obatan yang telah diberikan pelayanan kesehatan dengan memperhitungkan biaya investasinya.

Yang kedua, tarif jasa pelayanan untuk praktik keperawatan mandiri merupakan imbalan jasa yang diterima oleh pelaksana pelayanan atas jasa yang telah diberikan kepada pasien dalam rangka pelayanan umum seperti asuhan keperawatan, pemeriksaan, konsultasi atau konseling, visit, tindakan keperawatan mandiri dan jasa pelayanan profesi.

Penentuan tarif pelayanan praktik keperawatan mandiri selain memperhatikan kebijakan yang telah disebutkan, tapi akan masih tetap ditetapkan berdasarkan pertimbangan lingkup praktik dan bentuk layanan keperawatan yang diberikan, dimulai dengan katagori tindakan dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks atau canggih. Selain itu pertimbangan klasifikasi pelayanan yang menggunakan fasilitas atau sarana yang di katagorikan sederhana  sampai dengan yang dikatagorikan mewah (sophisticated). Semua itu dapat dijadikan pertimbangan dalam memperhitungkan tarif yang layak dan sesuai, karena dalam menentukan tariff.

Ada juga seorang dokter yang menentukan tarif itu meminimalkan seperti harga minimal 10 beras yang berkualitas baik dan 20 kg beras dari spesialis  namun tidak semuanya tidak seperti itu karena mengingat  keadaan pasien.

Untuk konsultasi atau sedang membutuhkan perawat homecare segera Hub:

0815 8407 7677 (Wa)

0822 1386 1270 (Wa)

0877 3134 6585 (Telepon/sms)

5B13F03F (BBM)

 

Nov 01

Bioburden Luka

perawatan luka

perawatan luka homecare Cisalak Pasar Depok

Bioburden adalah populasi dari mikroorganisme yang dapat hidup pada bahan baku hingga pada komponen satu produk akhir, Sangatlah penting memahami bioburden dalam perawatan luka, bahkan seringkali petugas kesehatan harus menangani pasien dengan luka kompleks dan luka yang berhenti disembuhkan, dengan adanya luka kronik atau luka yang berhenti penyembuhan berakibat nyeri, ketidak nyamanan,  peningkatan beban kerja. Oleh karena itu, petugas melakukan berbagai macam dressings sesuai  kondisi dengan memperhatikan cost-effectivitas-nya. Penggunaan antibiotic  atau antimikroba yang berlebihan  dalam melakukan suatu perawatan  akan lebih baik jika dihindari , karena akan menjadi masalah resistensi bakteri,  biaya yang meningkat,  dan ditambah  lagi masalah resiko pada pasien  akan lebih besar.

Sebelum menggunakan antibiotic (mikroba) untuk perawatan luka harus ada pertimbangan atau pemahaman terlebih dahulu supaya  tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Jika  kadar atau jumlah bakteri banyak yang dicurigai  sebagai penyebab dari ketidak sembuhan luka , maka sebaiknya pemeriksaan kultur  dan sensitivitasnya  harus dilakukan.  Pemberian agent  atau zat  antimicrobial tropical dapat dipertimbangkan jika luka terbebas dari jaringan nekrotik  dan debridement selanjutnya tidak direkomendasikan.

Agen pilihan adalah  antibiotik tropical bukan antiseptik, antimikrobial tropikal yang biasa atau umum yang sering digunakan metronidazole. Ada juga beberapa alasan pembatasan penggunaan antiseptik  dalam sebuah perawatan luka yaitu, antiseptik  yang tidak memiliki mekanisme antibacterial yang selektif  pada permukaan luka dapat merusak sel-sel sehat/hidup, harus mempertimbangkan adanya sitotoksisitas yang berkaitan dengan sitotoksisitas antiseptik, memiliki situasi klinis  dimana para praktisi atau petugas  dapat mempertimbangkan  menggunakan antiseptic, contoh cairan antiseptic seperti  cairan dakin`s atau dakin`s solution, larutan hydrogen peroxide (H2O2) dan Acetic acid.

Bioburden ialah, metode sterilisasi yang sering digunakan oleh industry produk steril. Jadi sterilisasi bioburden  merupakan proses sterilisasi  berdasarkan jenis dan konsentrasi isolat bioburden dari yang telah ditentukan  sehingga produk – produk yang dihasilkan oleh metode ini selain dijamin steril , bebas partikel namun kandungannya tetap stabil serta tidak terurai yang diakibatkan pemanasan  yang terlalu tinggi.

Untuk konsultasi bisa Hub:

0815 8407 7677 (Wa)

0822 1386 1270 (Wa)

0877 3134 6585 (Telepon/sms)

5B13F03F (BBM)

 

Oct 31

Prioritas Keperawatan Stoma

stoma

(stoma)

Prioritas keperawatan segera setelah operasi adalah untuk mempertahankan jalan napas pasien, memantau keseimbangan cairan dan elektrolit pasien serta mengkaji dan mengoptimalkan status kardiovaskular dan pulmonal pasien. Perawat harus memonitor serta meningkatkan penyembuhan luka, mengevaluasi kondisi dan fungsi stoma, dan mempertahankan kepatenan kateter dan drain.

Yang utama ialah kenyamanan pasien melalui control nyeri, perubahan posisi, dan untuk memberikan dukungan emosional pada pasien dan keluarga. Pendokumentasian yang akurat dan komunikasi pengkajian adalah hal yang paling penting untuk meningkatkan perawatan yang optimal.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada pasien setelah pembedahan/pembuatan stoma yaitu: selalu mendampingi pasien, harus memastikan pasien agar selalu bahagia, memperhatikan lebih perawatan luka, memilih balutan yang ideal sesuai ekonominya, konsultan diet, mobilisasi dini, dan observasi akan adanya kemungkinan komplikasi.

Sebelum pasien keluar dari rumah sakit pasien harus dikaji ulang untuk memastikan pasien menggunakan kantong atau peralaltan yang tepat, mampu merawat stomanya dan memahami prosedur, peralatan perawatan stoma, jika terdapat ulserasi hanya digunakan air untuk merawatnya, perjanjian untuk kontrol ulang, kunjungan yang teratur untuk mengupayakan pengkajian ulang perawatan stoma rutin dan pemasangan sesuai dengan tipe dan ukuran untuk member dukungan psikologi.

Hal-hal yang berkaitan dengan protokol perawatan pada pasien setelah pembedahan yaitu:

  • Mengkaji stoma setiap 4 jam dalam 24 jam dan jika dalam kondidi merah muda dan lembab dapat dilakukan setiap 8 jam lalu di memonitor pengeluaran dari stoma
  • Mengkaji/memonitor kolostomi/ileostomi setiap 8 jam untuk pengeluaran gas bisa terjadi sebelum material feses
  • Mengevaluasi pasien/stoma untuk penggunaan kantong yang tepat dikonsultasikan dengan perawat spesialis
  • Mengganti kantong (setiap 2-3 jam pascapembedahan), lalu mengkaji/memonitor: tampilan stoma (harus merah muda/merah dan lembap) terjadinya edema pada stoma pada saat hari pertama sampai hari ke lima atau ketujuh pasca operasi. Tampilan kulit sekitar stoma (peristomal skin) harus selalu tetap bersih, jika terjadi iritasi gunakan skin barrier pada peristomal skin jangan menggunakan alkohol karena dapat menyebabkan rasa terbakar pada kulit. Pemilihan kantong yang tepat efektif menampung pengeluaran dan pasien dapat mengganti kantong secara mendiri
  • Mengkaji dan mengevaluasi respons pasien tentang diversi usus dan urine (kemampuan mengungkapkan perasaan positif dan negative tentang diversi, berpartisipasi pada perawatan stoma, kemampuan perawatan personal hygiene, menggambarkan rencana perawatan diri, aktivitas, pekerjaan dan liburan, aktivitas seksual)
  • Melakukan konsultasi dengan perawat spesialis tentang informasi makanan mengandung gas, konstipasi, diare, menyebabkan urine berbau.

Untuk konsultasi dapat menghubungin kontak dibawah ini:

0815 8407 7677 (WA/SMS/Telepon)

0822 1386 1270 (WA)

0877 3134 6585 (Telepon/SMS)

5B13F03F (BBM)

Oct 31

Asuhan Keperawatan Selama Pembedahan

Perawatan Stoma

(Perawatan Stoma Kota Depok)

 

Peranan dokter bedah sangat penting dalam masa intraoperasi (selama pembedahan) ini untuk dapt menciptakan stoma yang berfungsi baik, karena akan membantu perawatan stoma pada masa pascaoperasi untuk rehabilitas bagi pasien. Perawat dapat bekerja sama dengan dokter untuk menghindari reaksi terhadap pembedahan yang diakibatkan dari gangguan gambaran diri respons kehilangan seperti denial/menolak, syok, marah, sedih, cemas, dan depresi.

Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama pembedahan atau operasi berlangsung antara lain:

  1. Memilih ostomi yang standar
  2. Perawat stoma (ET Nurs) harus berada di kamar operasi jika memungkinkan
  3. Penonjolan ostomi minimal 5 cm di atas dinding abdomen

Selama dilaksanakannya operasi Hal-hal yang dikaji selama dilaksanakannya operasi bagi pasien yang diberi anaesthesi total adalah yang bersifat fisik saja, sedangkan pada pasien yang diberi anaesthesi lokal ditambah dengan pengkajian psikososial yaitu: Membersihkan dan Menyiapkan Kulit, Penutupan Daerah Steril, Mempertahankan Surgical Asepsis, Menjaga Suhu Tubuh Pasien dari Kehilangan Panas Tubuh, Monitorndari Malignant Hyperthermia, Penutupan luka pembedahan, Perawatan Drainase, Pengangkatan Pasien Ke Ruang Pemulihan, ICU atau PACU.

Secara umum fungsi perawat di dalam kamar operasi seringkali dijelaskan dalam hubungan aktivitas-aktivitas sirkulasi dan scrub (instrumentator).

Perawat sirkulasi berperan mengatur ruang operasi dan melindungi keselamatan dan kebutuhan pasien dengan memantau aktivitas anggota tim bedah dan memeriksa kondisi di dalam ruang operasi. Tanggung jawab utamanya meliputi memastikan kebersihan, suhu yang sesuai, kelembapan, pencahayaan, menjaga peralatan tetap berfungsi dan ketersediaan berbagai material yang dibutuhkan sebelum, selama dan sesudah operasi. Perawat sirkuler juga memantau praktik asepsis untuk menghindari pelanggaran teknik asepsis sambil mengkoordinasi perpindahan anggota tim yang berhubungan (tenaga medis, rontgen dan petugas laboratorium). Perawat sirkuler juga memantau kondisi pasien selama prosedur operasi untuk menjamin keselamatan pasien.

Aktivitas perawat sebagai scrub nurse termasuk melakukan desinfeksi lapangan pembedahan dan drapping, mengatur meja steril, menyiapkan alat jahit, diatermi dan peralatan khusus yang dibutuhkan untuk pembedahan. Selain itu perawat scrub juga membantu dokter bedah selama prosedur pembedahan dengan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan seperti mengantisipasi instrumen yang dibutuhkan, spon, kassa, drainage dan peralatan lain serta terus mengawasi kondisi pasien ketika pasien dibawah pengaruh anastesi. Saat luka ditutup perawat harus mengecek semua peralatan dan material untuk memastikan bahwa semua jarum, kassa dan instrument sudah dihitung lengkap kedua fungsi tersebut membutuhkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan perawat tentang anatomi perawat jaringan dan prinsip asepsis, mengerti tentang tujuan pembedahan, pemahaman dan kemampuan untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan dan untuk bekerja sebagai anggota tim yang terampil dan kemampuan untuk menangani segala situasi kedaruratan di ruang operasi. kebutuhan-kebutuhan dan untuk bekerja sebagai anggota tim yang terampil dan kemampuan untuk menangani segala situasi kedaruratan di ruang operasi.

Untuk konsultasi dapat langsung menghubungi kontak dibawah ini:

0815 8407 7677 (WA/SMS/Telepon)

0822 1386 1270 (WA)

0877 3134 6585 (Telepon/SMS)

5B13F03F (BBM)

 

 

Oct 31

Jenis-Jenis Kantong Stoma

 

Kantong stoma ini memiliki ratusan produk dan asesoris perlengkapannya pun tersedia di berbagai dunia. Penggunaan kantong stoma ini tergantung dari fungsi dan tujuannya karena setiap pengguna stoma itu menggunakan kantong stoma ini dengan produk yang berbeda-beda sesuai dengan situasi, tergantung dengan tipe stomanya itu sendiri. Namun kantong setoma di Negara kita ini masih impor dari luar negeri, itulah yang membuat kantong stoma menjadi sangat mahal untuk masyarakat Indonesia.

Sedangkan di Negara maju seperti Australia, meskipun semua produk beserta perlengkapannya itu dari Negara nya tapi kebijakan-kebijakan itu masih tetap di berlakukan. Namun jika orang-orang stoma akan diberikan secara gratis, hanya saja mereka diwajibkan membayar uang keanggotaan sebagai anggota asosiasi stoma yang mendistribusikan alat stoma dan perlengkapannya atas nama pemerintah. Dan jika kantong stoma dibutuhkan pada saat bertempat tinggal di luar kota, mereka harus membayar biaya pengiriman via post.

Di Indonesia, kantong stoma ini lebih dikenal di rumah sakit yang menyediakan layanan operasi stoma, namun hanya beberapa perusahaan yang berkaitan dengan produk stoma ini. Untuk penggunaan kantong stoma ini haruslah mampu untuk memilih kantong stoma yang sesuai dan tepat dengan pasiennya.

Supaya tidak salah dalam memilih kantong stoma, kita harus mengetahui prinsip umum dalam memilih kantong stoma serta memenuhi hal-hal berikut ini: Kulit harus terlindung dari feses atau urine, trauma, kerusakan karena produk dan stoma terlindung dari trauma mekanik.

Selain itu kita juga harus memenuhi prinsip pemilihan kantong stoma berdasarkan kebutuhan pengguna (ostomate), seharusnya memenuhi kebutuhan-kebutuhan berikut ini:

  1. Kenyamanan, base plate dan skin barrier mampu mengikuti gerakan tubuh, kantong melekat lembut dikulit serta desain yang fleksibel, bentuk, material lembut.
  2. Mudah digunakan yaitu, dalam pemasangannya yang sangat mudah, tidak meninggalkan residu, serta outlet/bagian pengeluaran mudah dalam pengelolaan.
  3. Keleluasaan itu seperti, tidak adanya bau, tidak berisik, dan ukuran/volumenya terbatas.
  4. Dapat melindungi kulit, perlindungan pada kulit peritomal yaitu tidak adanya feses yang kontak dengan kulit, kondisi kulit yang sehat terpelihara, dan efek gesekan seminimal mungkin.
  5. Keamanan : pelekat alat/base plate aman, tidak adanya kebocoran dari bawah base plate, tidak ada kebocoran dari kantong/bag, pelekatan kuat dan menahan power (ileostomi/urostomi).

Kantong kolostomi adalah wadah atau kantong untuk menampung feses atau kotoran BAB bagi pasien yang telah menjalani operasi pembuatan stoma. Stoma ialah semacam lubang yang dibuat di kolon atau usus besar dan dikeluarkan melalui dinding perut. Feses keluar melalui saluran usus yang akan di tampung di sebuah kantung yang diletakkan pada dinding perut menggunakan perekat. Tidak seperti anus, stoma tidak memiliki katub atau otot sehingga pengeluaran kotoran tersebut tidak dapat dikontrol. Jadi kantong stoma ini sangatlah penting untuk penderita ostomate.

Jika kalian membutuhkan kantong stoma serta ingin berkonsultasi dapat menghubungi kontak dibawah ini:
0815 8407 7677 (Wa/sms/telepon)

0822 1386 1270 (WA)

0877 3134 6585 (Telepon/SMS)

5B13F03F (BBM)

Kantong Stoma Colostomy

kantong stoma colostomy

Oct 27

Pengkajian Pascaoperasi Stoma

Pengkajian ini salah satu hal yang terpenting dari asuhan keperawatan bagi pasien yang baru menjalani operasi pembuatan stoma. Tujuan pengkajian pascaoperasi stoma antara lain: memperoleh data akurat tentang kondisi pasien stoma, memudahkan perawat melakukan observasi pada pasien stoma, memudahkan penentuan intervensi keperawatan pada pasien stoma dan mengomunikasikan kondisi pasien kepada profesi kesehatan lain yang terlibat dalam pengelolaan pasien stoma.

Pengkajian pascaoperatif stoma memberikan informasi tentang data biografi, diagnosis penyakit (sebelum dan setelah operasi), jenis  prosedur operasi, keluhan utama pascaoperasi. Prosedur operasi pembuatan ada dua jenis, yaitu diversi gastrointestinal dan uriner. Diversi gastrointestinal meliputi caecostomy, ileostomi, dan kolostomi. Diversi urinary meliputi cutaneous ureteostomy, ileal conduit, suprapubic cystostomy, dan cutaneous vesicotomy.

secara spesifik keadaan stoma yang harus dikaji adalah jenis stoma, lokasi stoma, warna stoma, ukuran/diameter stoma, tinggi stoma dari permukaan /kulit, system bridge, jahitan mukokutaneoius, kulit sekitar stoma, jenis keluaran/output stoma, kantong yang dipakai, luka abdominal, drain, dan luka perineal. Pengukuran intake-output cairan dan elektrolit dalam 48 jam pertama pascabedah. Melengkapi pengkajian segera setelah operasi dan dianjurkan dengan abservasi setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan harus dilakukan oleh staf perawat yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan pasien stoma. Pengkajian yang tepat akan memfasilitasi asuhan keperawatan pasien stoma.

Pengkajian khusus stoma ini berkaitan dengan stoma setelah 48 jam pascaoperasi yang perlu diperhatikan/dikaji yaitu:

  • Tipe stoma

Semua tipe stoma tidak dapat dibedakan hanya dengan inspeksi saja, terkadang lokasi stoma di dinding abdomen dapat membantu menentukan tipe stoma seperti ileostomi, lokasinya di kuadran kiri bawah.

  • Viabilitas stoma (stomal viability)

Viabilitas stoma diukur lewat warna dan turgor stoma, dibentuk dari mukosa usus yang bersifat lembab berwarna merah daging dan edema adalah hal yang umum terjadi pada pascaoperasi ostomi. Stoma akan tampak tegang, agak sedikit berkilau dan bening.

  • Ketinggian stoma

Ketinggian stoma ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu, flush stoma yang kdudukannya lebih rendah dari permukaan kulit, stoma yang menonjol keluar panjang (prolaps) dan stoma normal memiliki ketinggian sekitar 2,5 cm.

  • Kontruksi Stoma

Tipenya ialah loop-stoma, end-stoma, double-barrel stoma dan divided stoma serta hal-hal yang berkaitan dengan kontruksi stoma seperti pemasangan rod atau jembatan pada loop stoma, pemasangan stent atau kateter ureter pada urinary stoma.

  • Lokasi stoma

Lokasi stoma pada abdomen akan sesuai dengan tipe stoma yang dibuat.

  • Ukuran stoma

Ukuran stoma dikaji secara akurat dengan menggunakan satuan ukut inchi atau sentimeter dan berdasarkan mukosa bertemu dengan kulit.

  • Jahitan pada mukokutaneous

Garis jahitan pada pertemuan mukosa dan kulit harus selalu dikaji.

  • Kulit di sekitar stoma

Gangguan pada kulit ditandai dengan adanya eritema, maserasi,kemerahan, ulserasi, dan melepuh.

Untuk konsultasi bisa hubungi: 0815 8407 7677 (Wa)

0822 1386 1270 (Wa)

0877 3134 6585 (Telepon/sms)

5B13F03F (BBM)

stoma

(stoma)

Oct 27

Pelayanan Home Care 087731346585 (Jadebotabek)

PELAYANAN HOME CARE

Perawatan dirumah sakit telah menurun drastis setelah adanya home care, karena perawatan dirumah sakit lebih banyak mengeluarkan biaya dari pada home care. Itulah penyebab mengapa home care berkembang lebih cepat di Negara kita ini, keperawatan dirumah menjadi masalah yang kompleks dan harus diberi perhatian lebih tujuannya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi setiap individu.

Supaya home care ini berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan prinsip-prinsip dalam melakukan home care yaitu, antara Lain:

  • Pengelolahan dilaksanakan oleh home care
  • Pelaksanaan yang terdiri dari profesi kesehatan yaitu, dokter, bidan, perawat, ahli gizi, apoteker, dan lainnya
  • Mengaplikasikan konsep
  • Mengumpulkan data secara sistematis, akurat dan komrehensif
  • Menggunakan data hasil pengkajian dan hasil pemeriksaan dalam menetapkan diagnose
  • Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada kebutuhan
  • Member pelayanan paripurna yang terdiri dari prepentif, kuratif, promotif ,dan rehabilitatif
  • Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan, medic dan lainnya
  • Bertanggung jawab terhadqp pelayanan yang bermutu melalui manajement
  • Memelihara dan menjamin hubungan  baik diantara anggota tim
  • Mengembankan kemampuan professional
  • Berpartisipasi pada kegiatan riset untuk pengembangkan home care
  • Menggunakan kode etik profesi dalam melaksanakan pelayanan di home care.

Jenis pelayanan keperawatan dirumah ini dibagi menjadi3 yaitu yang pertama, keperawatan pasien yang sakit dirumah kenapa dirawat dirumah karena pasien yang sakit memerlukan asuhan keperawatan untuk meningkatkan kesehatannya dan mencegah tingkat keparahan sehingga tidak perlu dirawat dirumah sakit. Kedua, pelayanan atau asuhan kesehatan masyarakat yang fokusnya pada promosi dan prevensi. Dan yang ke-tiga, pelayanan atau asuhan spesialistik yang mencakup pelayanan pada penyakit–penyakit terminal misalnya kanker, penyakit–penyakit kronis seperti diabetes, stroke, hpertensi, masalah – masalh kejiwaan dan asuhan para anak. Memberi pelayanan secara langsung  dan mengevaluasi memiliki fungsi, melakukan pengkajian komprehensif, menyusun rencana perawatan,  melakukan  observasi terhadap kondisi pasien, membantu pasien dalam mengembangkan perilaku yang efektif, melibatkan keluarga dalam pelayanan, membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan, melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan dan mendekumentasikan asuhan keperawatan.

Untuk konsultasi dan sedang membutuhkan perawat home care bisa hub:

0815 8407 7677 (Wa)

0822 1386 1270 (Wa)

0877 3134 6585 (Telepon/sms)

5B13F03F (BBM)

 
Lokasi Homecare Jadebotabek

Oct 27

Menjadi Perawat Home Care

 

Home care adalah suatu jenis atau mode keperawatan dirumah, kebutuhan perawatan ini semakin meningkat. selain biaya nya yang murah, pasien juga banyak memiki keuntungan salah satunya yaitu pasien akan lebih dekat pada keluarga. Kalau pasien saja banyak memiliki keuntungan nya, lantas bagaimana bagi perawat home care. Yuk kita bahas apa saja yang menjadi keuntungan dan kerugian menjadi home care.

Keuntungan dan manfaat menjadi perawat home care, yaitu:

  • Menjadi seorang perawat home care sangat lah cocok untuk seseorang yang ingin mencari modal, karena gajinya yang cukup besar yaitu sekitar 4.000.000 – 6. 000.000
  • Menjadi perawat home care bisa juga menjadi batu loncatan bagi yang sudah lulus tenaga kesehatan yang belum juga memiliki pekerjaan khususnya untuk perawat dan bidan karena di bidang itu dikatakan cukup sulit dalam mencari pekerjaan nya, jadi ini menjadi peluang untuk bekerja menghasilkan uang, dari pada nganggur dirumah
  • Banyaknya lowongan pekerjaan untuk home care, jadi kita dapat memilih atau menentukan mana jasa home care yang menghasilkan gaji yang tingi dan yang menghasilkan gaji rendah
  • Kesempatan atau peluang untuk menjadi home care masih sangat banyak dibutuhkan sehingga begitu besar peluang untuk bekerja menjadi home care dan juga tidak perlu yang terlalu berpengalaman kerja dan keahlian atau pelatihan khusus
  • Dan jjika memang beruntung, akan mendapatkan jalan-jalan secara gratis
  • Perawat tidak perlu menyewa kamar kos atau rumah kontrakan selain itu kita juga tidak perlu memikirkan makan dn minum, karena semua itu sudah ditanggung sehingga kehidupan terjamin
  • Kerjanya yang lebih santai dibanding rumah sakit atau kelinik

Kerugian dan resiko mmenjadi perawat home care:

  • Bukan pilihan pekerjaan yang tepat jika untuk jangka waktu yang lama karena ilmu yang telah kita dapatkan dselama kuliah tidak akan berkembang jsdi akan merasa kesulitan untuk update ilmu yang berkembang saat ini
  • Memiliki resiko jika mendapatkan pasien dan keluarga yang kurang menghargai maka kita akan merasa tersiksa karena lebih sering disuruh-surah bahkan bisa saja sampai di maki
  • Bukan pekerjaan yang tetap
  • Resiko lainnya yaitu, memiliki kejenuhan dan kebosanan karena selalu bertemu pasien hanya itu itu saja dan tidak bisa meninggalkan pasien kecuali libur
  • Pekerjaan ini sudah pasti memiliki istirahat yang kurang pola makan dan tidur pun menjadi tidak teratur serta kesehatan yang sangat mudah tergangggu
  • Hari libur biasanya sudah ditetapkan sekitar 2-4 hari selama sebulan sehingga waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman – teman hanya sedikit.

Itulah keuntungan dan manfaat serta kerugian dan resiko yang di dapatkan oleh seorang home care.

 

Untuk konsultasi atau sedang membutuhkan perawat home care bisa Hub:

0815 8407 7677 (wa/sms/call)

0822 1386 1270 (wa)

0877 3134 6585 (wa/sms/call)

5B13F03F (BBM)

 

 

Oct 26

Stoma Sitting

 

Stoma Sitting

Stoma Sitting

 

Stoma siting adalah menentukan letak Stoma sebelum dilakukan pembedahan pembuatan stoma. Stoma ini sangatlah penting bagi Ostomate karena mempengaruhi cara berpakaian, body image dan aktivitas atau pekerjaan ostomate.

  • Peran perawat dalam stoma siting (penentuan lokasi) dan pentingnya stoma siting yang tepat

Di Negara maju seperti Amerika dan Jepang, dokter bedah dengan perawat spesialis berkolaborasi menentukan lokasi stoma, begitupun dengan Negara Indonesia para dokter bedah pula mengkalborasikan tentang penentuan letak stoma pasien sebelum operasi ostomi. Karena sebelum terjadinya operasi harus menentukan lokasi yang tepat terlebih dahulu, kondisi fisikpun dapat memengaruhi menentukan lokasi stoma. Pemilihan letak stoma merupakan salah satu peran paling penting karena dapat berpengaruh terhadap masa depan ostomate baru, baik secara fisik maupun mental. Stoma terletak dengan baik dan tepat merupakan faktor utama untuk keberhasilan rehabilitas setelah operasi ostomi di mana pasien mengalami komplikasi berkaitan dengan ostomi sehingga dapat melakukan pola hidup seperti biasanya,dibandingkan dengan letak stoma yang tidak baik.

Hal ini dilakukan supaya dapat mengurangi kebocoran dan kegagalan sehingga dapat meningkatkan kenyamanan , kepercayaan diri, ketenangan hati dan penerimaan dari penyandang stoma (ostomate) serta dapat membantu dalam menggunakan pakaian, memasang kantong dan memberikan kenyamanan kepada pasien.

Jika untuk pasien muslim, meningkatnya kualitas hidup pasien setelah pembedahan salah satunya ditentukan oleh kemampuannya untuk merawat stoma secara mandiri. Lokasi stoma yang baik, mengupayakan ostomate untuk mampu merawat stomanya sendiri dengan mudah. Terutama bagi ostomate muslim, lokasi stoma seharusnya tepat sehingga tidak mengganggu dalam pelaksanaan ibadah. Kegagalan dalam melakukan ibadah dapat menyebabkan masalah spiritual yang dapat menurunkan kualitas hidupnya jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan demikian, stoma siting juga harus mempertimbangkan kebutuhan ostomate muslim dalam menjalankan ibadah dan implikasi keperawatannya, sehingga perawat dapat memanajemen risiko masalah spiritual yang berisiko timbul dari pembuatan stoma pada pasien yang memerlukan pembedahan ostomi.

Tujuan dari stoma siting ialah pasien puas dengan letak stomanya, perawat stoma puas dengan letak stoma pasien, ahli bedah puas dengan letak stoma pasien, keleluasan, posisi yang dapat dikelola untuk pasien serta kemudahan pembedah dalam membuat atau menaikkan stoma.

Untuk konsultasi langsung dapat menghubungi admin No Wa  081584077677

Older posts «

» Newer posts