«

»

Mar
29

MEMBUAT SURAT IZIN PRAKTEK PERAWAT PROFESIONAL..MUDAH KOK..

Surat Ijin Praktek perawat (SIPP)

Surat Ijin Praktek perawat (SIPP)

Surat ijin praktek perawat (SIPP)  adalah surat ijin yang harus dimiliki oleh seorang perawat ketika ingin melakukan praktek mandiri keperawatan, seperti layaknya profesi lain ( dokter, pengacara, psikolog, apoteker, dll). Dengan adanya surat ijin tersebut juga merupakan suatu bukti bahwa perawat adalah suatu profesi yang mempunyai kompetensi, dan kompetensi tersebut diakui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Saat ini di Indonesia sudah banyak rekan perawat yang membuka praktek mandiri secara legal dengan dibuktikan memiliki SIPP, salah satunya adalah klinik kami: Klinik Keperawatan Luka di Depok, tepatnya di  Griya Kencana jl. Merdeka, Depok Timur, telp. 02199442130/081584077677.  Berikut pengalaman kami membuat SIPP.., namun sebelumnya ini syarat yang harus dipenuhi ketika seorang perawat ingin membuat Surat Ijin Praktek Perawat (SIPP) berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.02.02/MENKES/148/I/2010:

  1. Fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Paspor)
  2. Fotokopi ijazah pendidikan perawat
  3. Fotokopi STR yang masih berlaku dan dilegalisir
  4. Surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik
  5. Surat pernyataan memiliki tempat praktek
  6. Pas foto berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 (tiga) lembar
  7. Rekomendasi dari organisasi profesi
  8. Fotokopi izin fasilitas pelayanan kesehatan bagi yang bekerja pada sarana kesehatan  (khusus untuk pengajuan SIKP)

Untuk sertifikat terkait kompetensi, tidak menjadi syarat mutlak..namun tetap kami lampirkan sebagai pelengkap dan bukti bahwa kami mempunyai kompetensi khusus yang dibuktikan dengan sertifikat.

Berikut pengalaman kami:

Langkah awal kami menghubungi pengurus PPNI setempat untuk dibuatkan surat rekomendasi dari organisasi profesi, karena saat itu kami belum memiliki kartu anggota PPNI setempat maka kami mengurus terlebih dahulu kartu tanda anggota PPNI, ..Alhamdulillah tak sampai 1 bulan keanggotaan kami sudah jadi, lalu kami lanjut dengan mengurus surat rekomendasi dari PPNI, nah dari sini ternyata ada beberapa syarat lagi yang harus dipenuhi.., dan terkait keterangan tempat praktek..lebih disarankan tempat praktek dengan status kontrak, yang dibuktikan dengan kuitansi  kontrak selama 5 tahun. Jika keterangan tempat praktek adalah milik sendiri itu malah lebih sulit krn harus ada IMB, bukti kepemilikan, izin lingkungan, pembuangan limbah, dll

Alhamdulillah tempat yang akan kami pakai sebagai tempat praktek perawatan  berada disuatu tempat praktek dokter bersama sehingga mengelolaan AMDAL sudah sesuai  dengan peraturan yang ada. (terdapat pihak ketiga yang secara khusus mengurus masalah limbah medis) sehingga hal tersebut tdk menjadi masalah.

Oya sekedar informasi, ternyata untuk satu tempat praktek itu bisa berbentuk praktek bersama perawat yang terdiri maksimal 3 orang perawat.

Setelah berkas tersebut semua lengkap selanjutnya adalah membawa berkas tersebut ke dinas kesehatan setempat, disana kami bertemu dengan bagian yang mengurus surat ijin praktek, dan disana kami mendapati pelayanan yg baik dan bahkan mereka mendukung kami untuk bisa mendirikan praktek mandiri keperawatan karena di Depok belum ada praktek mandiri perawat.

Setelah berkas di periksa kelengkapannya kami tinggal menunggu untuk disurvey. Perkiraan kami saat itu..mungkin paling cepat 1 bulanlah survey dilakukan, eiits ternyata dugaan kami salah, saat kami sedang homecare di Pasar Minggu Hp saya berdering ternyata dari DINKES Depok yang akan melakukan survey klinik hari ini tepatnya siang itu..kurang lebih 1 jam mendatang. Waduh..mana mungkin..terus terang kami belum siap, krn selain kami sedang berada diluar juga kami belum mempersiapkan secara lengkap kelengkapan klinik. Namun Alhamdulillah survey bisa diundur, 1 hari kemudian.., selepas homecare kami langsung berbenah dan mempersiapkan secara detail yang memang harus disiapkan terkait kelengkapan klinik. Diantaranya adalah:

Menyiapkan alat-alat standar perawatan di kinik (berdasarkan borang) namun karena Depok memang belum ada Klinik mandiri keperawatan yang telah berdiri sebelumnya jadi borang kelengkapan praktek mengacu pada borang praktek dokter umum, yaitu mulai dari stetoskop sampai wastafel..hehe.

Pada saat survey dilaksanakan, tak lama hanya sekitar 1 jam..dan dari penilaian pihak DINKES tidak ada hal yang menyulitkan karena semua syarat yang ditentukan sudah ada, namun ada 1 hal terkat Mou mengolahan limbah yang harus ada (saat itu memang Mou belum ada, namun saluran pembuangan limbah sudah sesuai dimana tersedia tempat khusus pembuangan limbah kering dan limbah cair yang akan diambil dan dikelola oleh pihak ke 3).

Pihak DINKES hanya mengingatkan kami untuk memberi batas terhadap wewenang seorang perawat sesuai kompetensinya, jelas mana tindakan mandiri dan mana tindakan yang butuh kolaborasi. Alhamdulillah survey berjalan lancer..bahkan format-format kelengkapan klinik kami: form pengkajian, SOP2, surat rujukan, dll dipinjam pihak DINKES sebagai bahan referensi. Dengan bernafas lega dan ada keyakinan kuat surat izin kami akan terbit segera.

Puji syukur yang tak habis-habisnya kami ucapkan hingga tepat 1 minggu setelah survey dilakukan kami menerima telepon dari pihak DINKES yang memberitahukan bahwa Surat Izin Praktek Perawat (SIPP) sudah dapat diambil…, waduh senangnya..Alhamdulillah..semoga praktek kami membawa manfaat sebesar-besarnya buat masyarakat..Alhamdulillah semuanya dimudahkan dan dilancarkan-Nya.

Dan setelah terbit Surat Izin Praktek Mandiri (SIPP) tidak ada pungutan sepeserpun alias gratis..tis..tis.., salut buat DINKES Depok.., terima kasih DINKES Depok yang telah memberikan pelayanan yang baik dan bersahabat..

Untuk rekan-rekan perawat yang ingin membuka praktek mandiri perawat saran saya yang harus siapkan dari awal adalah niat, pastikan niat membuka praktek mandiri untuk apa? Jangan sampai hanya bertujuan bisnis semata..jangan.. tapi niatkan sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dan membantu meringankan beban orang yang sakit. InsyaAllah akan dimudahkan-Nya..segala urusan termasuk rezeki..jadi sekali lagi niatnya harus benar ya..Sekian semoga bermanfaat. Salam mandiri..

Klinik Luka Depok

Klinik Luka Depok

7 comments

  1. yuli padminingsih says:

    mau nanya….kalau di depok harus pakai dokter penanggung jawab gak???aku kmr nanya ke dinkes di kota aku…katanya harus pakai dokter penanggung jawab dan dokter pelaksana satu orang….gmn mbak????

    1. admin says:

      kalau praktek mandiri ya mandiri perawat yg bertanggungjawab, kalau penanggung jawabnya dokter ya praktek dokter, perawat hanya pelaksana dan segala sesuatunya juga termasuk tehnik perawatan lukanya juga tanggung jawab dokternya bukan perawat.

  2. ITA says:

    Kalau hanya untuk home care tanpa ada klinik, apa perlu mengurus SIPP juga?

  3. rizki says:

    Bagaimana cara membuat surat rujukan, form pengkajian, SOP2?

  4. ervan says:

    Gmn mau beli alat2 khususnya membuat tempat usaha klo izin usaha belom pasti keluar atau disetujui,?

  5. alan says:

    bk tlong posting contoh surat memiliki tempat pratik :

  6. lusye says:

    Tolong info dong, apakah Perawat yang bekerja di Perusahaan atau Klinik Perusahaan juga harus memiliki SIPP ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>