«

»

May 02

Jenis – Jenis Luka

Luka : Terputusnya kontinuitas suatu jaringan oleh karena adanya cedera atau pembedahan (Agustina, 2009)

Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh  setiap orang, baik dengan tingkat keparahan ringan, sedang atau berat.Luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan (Sjamsuhidajat, 2010).

 

A. Jenis-jenis luka berdasarkan penyebabnya

  1. Vulnus Laceratum (Laserasi) adalah luka yang mengakibatkan robek pada kulit dengan identifikasinya memiliki dimensi panjang, lebar dan dalam. Biasanya Vulnus Laceratum diakibatkan karena terjatuh, terkena ranting pohon, terkena batu sehingga menimbulkan robekan pada kulit.
  2. Vulnus Excoriasi (Luka Lecet) adalah luka yang di akibatkan terjadi gesekan dengan benda keras. Cara mengidentifikasikan Vulnus Excoriasi adalah luka yang memiliki Panjang dan Lebar, Berbeda dengan “VL” yang memiliki kedalaman luka. Sebagai contoh luka lecet akibat terjatuh dari motor sehingga terjadi gesekan antara anggota tubuh dengan aspal.
  3. Vulnus Punctum (Luka Tusuk) adalah luka akibat tusukan benda tajam, yang mengakibatkan luka sempit dan dalam.
  4. Vulnus Contussum (Luka Kontusiopin) adalah luka akibat pecahnya pembuluh darah di bawah kulit, tidak terjadi robekan dan pendarahan keluar. Vulnus Contussum terjadi akibat benturan keras sehingga menimbulkan warna merah kehitaman atau kebiruan pada kulit.
  5. Vulnus Insivum (Luka Sayat) adalah jenis luka kecil dan tipis yang di sengaja dalam proses pengobatan.
  6. Vulnus Schlopetorum adalah jenis luka yang dalam akibat terkena peluru atau tembakan senjata.
  7. Vulnus Morsum (Luka Gigitan) adalah jenis luka yang disebabkan oleh gigitan gigi, baik itu oleh manusia ataupun hewan.
  8. Vulnus Perforatum adalah luka tembus yang merobek dua sisi tubuh yang disebabkan oleh senjata tajam seperti panah, tombak atau pun proses infeksi yang sudah meluas sehingga melewati selaput serosa/epithel organ jaringan tubuh.
  9. Vulnus Amputatum adalah luka yang di akibatkan terputusnya salah satu bagian tubuh, biasa di kenal dengan amputasi. Luka yang di sebabkan oleh amputasi di sebut Vulnus Amputatum.
  10. Vulnus Combustion (Luka Bakar) adalah jenis luka bakar yang di akibatkan rusaknya jaringan kulit akibat thermis, radiasi, elektrik ataupun kimia.

B. Jenis-jenis luka berdasarkan sifat lukanya

  1. luka disengaja: misalnya luka terkena radiasi atau bedah
  2. luka tidak disengaja( trauma) juga dapat di bagi menjadi dua luka tertutup dan luka terbuka. Disebut luka tertutup jika tidak terjadi robekan, sedengkan luka terbuka jika terjadi robekan dan kelihatan seperti luka abrasio(luka akibat gesekan), luka puncture (luka akibat tusukan), dan hautration (luka akibat alat perwatan luka) (muttaqin Arief 2009)

C. Jenis-jenis luka berdasarkan sifat kontaminasi

  1. Luka bersih

Luka bersih adalah luka yang tidak terdapat inflamasi dan infeksi, yang merupakan luka sayat elektif dan steril dimana luka tersebut berpotensi untuk terinfeksi. Luka tidak ada kontak dengan orofaring,traktus respiratorius maupun traktus genitourinarius. Dengan demikian kondisi luka tetap dalam keadaan bersih. Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% – 5%.

  1. Luka bersih terkontaminasi

Luka bersih terkontaminasi adalah luka pembedahan dimana saluran pernafasan, saluran pencernaan dan saluran perkemihan dalam kondisi terkontrol. Proses penyembuhan luka akan lebih lama namun luka tidak menunjukkan tanda infeksi. Kemungkinan timbulnya infeksi luka sekitar 3% – 11%.

3. Luka terkontaminasi

Luka terkontaminasi adalah luka yang berpotensi terinfeksi spillage saluran pernafasan, saluran pencernaan dan saluran kemih. Luka menunjukan tanda infeksi. Luka ini dapat ditemukan pada luka terbuka karena trauma atau kecelakaan (luka laserasi), fraktur terbuka maupun luka penetrasi. Kemungkinan infeksi luka 10% – 17%.

4. Luka kotor

Luka kotor adalah luka lama, luka kecelakaan yang mengandung jaringan mati dan luka dengan tanda infeksi seperti cairan purulen. Luka ini bisa sebagai akibat pembedahan yang sangat terkontaminasi. Bentuk luka seperti perforasi visera, abses dan trauma lama.

D. Jenis-jenis luka berdasarkan kedalaman dan luas luka

  1. Stadium I : Luka Superfisial (“Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.
  2. Stadium II : Luka “Partial Thickness” : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi, blister atau lubang yang dangkal.
  3. Stadium III : Luka “Full Thickness” : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. Lukanya sampai pada lapisan epidermis, dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya.
  4. Stadium IV : Luka “Full Thickness” yang telah mencapai lapisan oto otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.

E. Jenis-jenis luka berdasarkan waktu penyembuhan luka

  1. Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.
  2. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, dapat karena faktor eksogen dan endogen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

call us