May 15

Prinsip Pemilihan Kantong Stoma

Ada ratusan produk kantong stoma dan asesoris (perlengkapannya) tersedia di seluruh dunia. Penggunaan kantong stoma tergantung dari fungsi dan tujuan. Dalam hal ini, setiap orang menggunakan berbagai produk berbeda yang disesuaikan dengan situasi mereka sndiri, tergantung dengan tipe stomanya.

Di Indonesia, kantong – kantong stoma lebih dikenal di rumah sakit yang menyediakan layanan operasi stoma. Beberapa perusahaan berkaitan dengan produk stoma sudah ada di Indonesia, namun penyediaan produk maupun daya beli masyarakat berkaitan dengan produk stoma dan asesorisnya belum begitu menggembirakan.

Berikut ini prinsip dalam pemilihan kantong stoma :

Prinsip umum dalam memilih kantong stoma seharusnya memenuhi hal – hal berikut

  1. Kulit terlindung dari feses atau urine
  2. Stoma terlindung dari trauma mekanik
  3. Kulit sekitar stoma terlindung dari trauma
  4. Kulit terlindung dari kerusakan karena produk

Prinsip pemilihan kantong stoma berdasarkan kebutuhan pengguna (ostomate), seharusnya memenuhi kebutuhan – kebutuhan berikut ini :

  1. Kenyamanan

a. base plate dan skin barrier mampu mengikuti gerakan tubuh

b.kantong melekat lembut di kulit

c. desain fleksibel, bentuk, material lembut

2. Mudah digunakan

a. mudah dalam pemasangan

b. tidak meninggkalkan residu

c. outlet/bagian pegeluaran mudah dalam pengelolaan

3. Keleluasaan

a. tidak bau

b. tidak berisik

c. ukuran/volume terbatas

4. Dapat melindungi kulit

a. perlindungan pada kulit peristomal : tidak ada fases yang kontak dengan kulit

b. kondisi kulit yang sehat terpelihara

c. efek gesekan seminimal mungkin

5. Keamanan :

a. pelekatan alat/base plate aman

b. tidak ada kebocoran dari bawah base plate

c. tidak ada kebocoran dari kantong / bag

d. pelekatan kuat dan menahan power (ileostomi/urustomi)

info lebih lanjut bisa langsung menghubungi

087731346585 (Call/SMS/WA)

081584077677 (Call/SMS/WA)

 

May 14

Prosedur Pelaksanaan Debridement

Debridement merupakan tindakan pengangkatan jaringan mati atau nekrosis (dengan warna luka hitam atau kuning), tetapi bukan dalam rangka pembedahan, yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih di bidang ini, termasuk perawatan spesialis luka (WOCN/ETN) atau perawatan lainnya dengan sertifikasi nasioanal maupun internasional.

Berikut ini alat – alat yang harus dipersiapkan untuk prosedur tindakan debridement :

a. Set debridement :

  1.  Dua set debridement, berisi pinset anatomis, pinset sirurgis, iris scissor
  2. 1 scapel
  3. 2 bisturi
  4. 1 pasang sarung tangan steril
  5. 20 cc povidene iodine
  6. 20 cc alkohol
  7. 1 calcium alginate
  8. Cairan pencuci antiseptik, seperti : chlorhexidine

b. Duk bolong

c. Bengkok

Setelah alat – alat sudah siap lakukan prosedur debridement dengan baik. Berikut ini prosedur tindakan debridement

  1. Cuci tangan yang baik dan benar sebelum dan sesudah melakukan tindakan
  2. Siapkan ruangan (ruangan tertutup)
  3. Bina hubungan saling percaya dengan pasien dan keluarga
  4. Siapkan pasien, antara lain dilakukan pemeriksaan tanda – tanda vital dan pengkajian lainnya (bila perlu)
  5. Cuci luka apakah pasien masih merasakan nyeri, buang sisa pencucian, cuci tangan
  6. Jika masih ada rasa nyeri, konsultasikan ke dokter untuk pemberian topikal therapy suppositoria
  7. Siapkan alat yang dibutuhkan
  8. Gunakan handscoon steril
  9. Siapkan lingkungan steril disekitar area yang akan dilakukan tindakan dengan menggunakan duk bolong
  10. Dekatkan alat
  11. Kenali anatomi dari kulit, organ dalam hipodermis dan asesoris kulit
  12. Lakukan debridement dari bagian yang paling lunak, jika masih keras lakukan autolisis dulu sebelum melakukan debridement dengan menggunakan balutan yang dapat melunakkan jaringan mati
  13. Bersihkan setiap eksudat yang keluar dengan menggunakan kasa steril
  14. Perhatikan dan bedakan antara pembuluh darah yang sehat dan mati, tendon yang sehat dan mati, dan jaringan nekrosis sesungguhnya
  15. Lakukan penekanan jika terjadi perdarahan bisa dengan menggunakan calsium alginate, lalu hentikan debridement
  16. Usahakan mendapatkan warna dasar merah > 75% dari jumlah jaringan mati yang diangkat
  17. Ajak pasien untuk komunikasi

Info lebih lanjut dan untuk home care bisa langsung menghubungi

087731346585 (Call/SMS/WA)

081584077677 (Call/SMS/WA)

 

May 12

Metode Pengobatan Medis untuk Luka Kanker

Home Care

Kanker merupakan penyebab dasar dari luka kanker sehingga tindakan medis yang dilakukan ditujukan untuk mengurangi tumor dan juga mengurangi ukuran luka kanker dan mengatasi gejala yang muncul.

Metode pengobatan / tindakan medis dilakukan tergantung dari pengobatan yang dilakukan medis sesuai dengan tipe tumor dan karakteristik pasien itu sendiri. Berikut ini tindakan medis yang umum terhadap kanker

  1. Radioterapi yaitu  menggunakan high-energy rays yang dapat menghancurkan sel kanker. Dapat membantu menyusutkan tumor dan mengeringkan cairan luka yang banyak. Efek sampingnya akan menimbulkan kemerahan sekitar kulit dan menjadi kering. Gejala tersebut akan hilang setelah beberapa minggu .
  2. Kemoterapi yaitu menggunakan obat anti kanker untuk menghancurkan sel kanker. Membantu mengurangi ukuran tumor yang menyebabkan luka dan mengurangi beberapa gejala.
  3. Terapi hormonal yaitu mempengaruhi produksi beberapa hormonal penyebab kanker, atau menghambat kerja dari hormonal dan membantu memperlambat pertumbuhan kanker. Terapi ini juga dapat memperbaiki beberapa gejala.
  4. Pembedahan yaitu tergantung ukuran dan posisi tumor, kemungkinan dapat dipindahkan atau tidak, dapat diambil sebagian atau keseluruhannya dengan pembedahan. Berisiko terjadinya perdarahan karena sel kanker sering menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Oleh karena itu pembedahan memerlukan persiapan yang matang dari tim medis.

Untuk info selanjutnya dan home care bisa langsung menghubungi

087731346585 (Call/WA/SMS)

081584077677 (Call/WA/SMS)

 

 

 

May 11

Luka Dekubitus / Luka Tekan

Home Care

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu jenis luka kronik yang utama adalah luka tekan, yang biasanya terjadi pada individu dengan kondisi seperti paralisis yang menghambat pergerakan anggota tubuh. Luka dekubitus / luka tekan meningkatkan angka kematian dan kesakitan.

Luka Dekubitus sering kali terjadi pada orang dengan kondisi tertentu yang menyebabkan mereka sulit bergerak, terutama pada orang yang terlalu lama terbaring di tempat tidur. Kondisi lain yang memengaruhi aliran darah, seperti diabetes tipe 2, juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya ulkus dekubitus.

Luka tekan (pressure ulcer) atau dekubitus merupakan masalah serius yang sering terjadi pada pasien yang mengalami gangguan mobilitas, seperti pasien stroke, injuri tulang belakang atau penyakit degeneratif. Istilah dekubitus sebenarnya kurang tepat dipakai untuk menggambarkan luka tekan karena asal kata dekubitus adalah decumbere yang artinya berbaring, ini diartikan bahwa luka tekan hanya berkembang pada pasien yang dalam keadaan berbaring .

Penyebab Ulkus Dekubitus

Penyebab utama ulkus dekubitus adalah tekanan pada bagian tubuh dalam jangka waktu lama, sehingga mengganggu aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen. Tanpa adanya nutrisi dan oksigen, jaringan kulit akan rusak dan mati. Gangguan aliran darah pada kulit dalam jangka waktu lama, juga menyebabkan tidak adanya sel darah putih yang diperlukan untuk memerangi infeksi. Ketika ulkus sudah terbentuk pada kulit, bakteri dapat menginfeksi dan merusak jaringan kulit.

Pada orang yang aktif bergerak, tekanan pada bagian tubuh tertentu tidak akan terjadi secara berkepanjangan. Gerakan aktif akan membagi-bagi tekanan pada tubuh, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh dapat dijaga kelancarannya. Sekalipun pada kondisi tidur, tubuh tidak akan diam secara konstan, melainkan dapat bergerak hingga 20 kali selama tidur.

Berikut ini cara pecegahan luka dekubitus yaitu ;

1. Mengganti posisi tubuh secara rutin

2. Menjaga nutrisi dan pola makan

3. Melakukan pemeriksaan kulit secara rutin

4. Berhenti merokok

Info selanjutnya bisa langsung menghubungi

087731346585 (Call/SMS/WA)

081584077677 (Call/SMS/WA)

 

 

May 05

Debridement Luka

Debridement Luka

Debridement merupakan peristiwa yang terjadi secara alami dalam proses penyembuhan luka. Selama fase inflamasi, neutrofil dan makrograf mencerna dan mengangkat/melepas jaringan yang mati, debris seluler, dan jaringan terinjuri yang avaskuler dari luka, namun dengan akumulasi jumlah jaringan rusak yang banyak, proses ini menjadi tidak cukup dan sangat berlimpahan. Pembentukan jaringan nekrotik yang kemudian memerlukan fagositosis pada luka dan memperlambat penyembuhan luka.

Adapun tujuan dari debridement yaitu :

  1. Debridement menurunkan bioburden pada luka
  2. Debridement mengendalikan dan berpotensi mencegah infeksi luka, terutama pada luka yang mengalami perburukan
  3. Debridement memfasilitasi visualisasi pada dinding dan dasar luka. Dengan adanya jaringan nekrotik, pengkajian yang akurat dan menyeluruh menjadi terganggu

Info lebih lanjut bisa langsung menghubungi

087731346585 (Call/SMS/WA)

081584077677 (Call/SMS/WA)

www.perawatluka.com

Apr 07

Luka Kanker

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal yang menyerang organ dengan cepat sehingga fungsinya hancur dan menyebabkan kematian. Kanker merupakan masalah kesehatan yang penting untuk di cegah dari sedini mungkin.

Akhir – akhir ini kanker juga dipandang sebagai penyakit keluarga, karena efek penyakit kanker bukan hanya dialami oleh pasien tetapi oleh keluarga. Oleh karena itu penanganan efek luar kanker ditujukan pada pasien dan keluarganya.

Penyebab seseorang terkena kanker yaitu disebabkan dengan berbagai hal seperti pola hidup yang tidak sehat dan juga faktor genetik dan lingkungan. Pada era globalisasi inilah kasus penyakit kanker kian meningkat akibat pola hidup dan lingkungan yang tidak sehat.

Berikut ini tanda dan gejala luka kanker yaitu :

1. Banyak eksudat (mengeluarkan cairan yang berlebihan)

2. Banyak slough dan nekrotik

3. Bau tidak sedap

4. Nyeri

5. mudah berdarah

6. Gatal – gatal

7. Eksorisasi kulit sekitar luka (pinggiran luka mudah teriritasi)

8. Mudah terinfeksi

9. Sulit sembuh

Daerah yang paling sering terserang luka kanker :

1. Luka kanker payudara

2. Luka kanker kepala dan leher

3. Luka kanker tulang

4. Luka kanker kulit

5. Luka kanker abdomen

6. Luka kanker kelamin & inguinal

7. Luka kanker lain

Untuk info selanjutnya bisa langsung menghubungi :

087731346585 (Call/Sms)

081584077677 (Call/Sms/Wa)

 

Apr 05

Tujuan Pemilihan Balutan Luka

 

perawatluka.com

 

Tujuan utama pemasangan balutan luka adalah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif terhadap penyembuhan luka. Oleh karena itu, pemilihan balutan luka harus ditentukan setelah mengkaji/mengamati kondisi luka itu sendiri. Pemahaman tentang fisiologi penyembuhan luka dan berbagai macam balutan serta cara kerjanya diperlukan agar dapat diperoleh penyembuhan yang optimal.

Adapun tujuan pemilihan balutan dan alasan mengapa balutan diperlukan, antara lain :

1. Menciptakan lingkungan yang kondusif terhadap penyembuhan, yaitu dengan memprtahankan kelembaban

2. Membuang jaringan mati, benda asing dan partikel dari luka

3. Melindungi luka dan jaringan sekitarnya

4. Mampu mengontrol kejadian infeksi / melindungi luka dari trauma dan invasi bakteri

5. Mencegah dan mengelola infeksi klinis pada luka

6. Mengurangi nyeri dengan mengeluarkan udara dari ujung – ujung syaraf

7. Mempertahankan temperatur pada luka

8. Mengontrol dan mencegah perdarahan

9. Memberikan kompresi terhadap perdarahan atau statis vena

10. Menampung cairan / eksudat

11. Memobilisasi bagian tubuh yang ter-injury / mengalami trauma

12. Meningkatkan kenyamanan

13. Mengurangi stress pada pasien dan keluarganya dengan melakukan penutupan luka

Untuk info selanjutnya dan home care bisa langsung menghubungi :

087731346585 (Call/Sms)

081584077677 (Call/Sms/Wa)

082213861270 (WA)

 

 

 

Apr 05

Macam – macam cairan pencuci luka

Dalam memilih cairan pencuci luka tidak boleh asal memilih cairan, karena nantinya akan berpengaruh terhadap luka, berikut ini macam – macam cairan pencuci luka yang baik untuk digunakan yaitu :

  1. Cairan normal saline, saline 0,9% disebutkan sebagai satu-satunya cairan pembersih yang paling aman dan merupakan terapi pilihan untuk digunakan pada sebagian besar luka (Dealey, 2005). Normal saline dianggap sesuai untuk membersihkan permukaan pada luka , normal saline tidak mempunyai efek samping terhadap jaringan yang sehat.
  2. Air keran (Tap water) merupakan alternatif cairan pencuci luka dilingkungan rumah. Jika ingin menggunakan air sebagai cairan pencuci luka sebaiknya menggunakan air yang telah dimasak atau matang terlebih dahulu, karena untuk menghindari dari bakteri – bakteri yang ada di air. Pemilihan penggunaan air didasarkan pada segi kepraktisan dan keadaan individual
  3. Cairan pencuci luka komersial dapat digunakan pada luka-luka yang memerlukan pencucian yang lebih agresif. Pencuci luka komersial mengandung surface active agents (surfactant) / zat aktif pembersih permukaan yang memudahkan pengangkatan / pelepasan kontaminant luka, adapun manfaat dari menggunakan surfact untuk pencucian luka harus dipertimbangkan terhadap sitotoksisitas pada jaringan yang sehat, banyak surfactant yang telah diketahui toksik

Untuk info selanjutnya dan membutuhkan cairan pencuci luka bisa langsung menghubungi :

087731346585 (Call/Sms)

081584077677 (Call/Sms/Wa)

082213861270 (Wa)

 

Apr 04

Jenis – jenis warna dasar luka

Penting bagi perawat pelayanan kesehatan, apakah itu perawat yang bekerja di rumah sakit, perawat yang bekerja di puskesmas, di klinik maupun perawat yang bekerja memberikan pelayanan homecare seharusnya memahami dan mempelajari perawatan luka, karena seringkali sebagai perawat  sering berhadapan dengan pasien – pasien dengan berbagai macam luka. Untuk itu perawat perlu mengakaji dan mengevaluasi intervensi perawatan luka

Pengakajian dan intervensi perawatan luka ini merupakan titik tolak terhadap proses penyembuhan luka, apakah luka menuju ke arah perbaikan, statis atau perburukan.

Berikut ini system / metode yang paling mudah digunakan dalam pengkajian luka  yaitu dengan menilai “warna dasar luka”  :

  1. Luka merah / red merupakan luka dengan dasar luka merah tua atau merah terang, dan selalu tampak lembab, merupakan luka bersih, dengan banyak vaskularisasi, karenanya mudah berdarah. Luka yang berwarna merah muda atau pucat adalah luka sehat pada fase akhir proses penyembuhan luka . Perawatan yang dibersihkan adalah dengan mempertahankan lingkungan luka dalam suasana lembab, bersih serat melindunginya dari trauma yang merusak.
  2. Luka kuning / yellow adalah luka dengan dasar luka berwarna kuning, kuning kecoklatan, kuning kehijauan, kuning pucat dapat merupakan luka keadaan terkontaminasi, terinfeksi, pus, jenis pus atau jenis nekrosis, dengan kata lain, luka yang kuning merupakan campuran dari jaringan nekrotik yang berehidrasi, bakteri dan lekosit mat, dengan jaringan fibrosa. Luka yang mayoritas berwarna kuning ini sering disebut luka bernanah, kondisi luka ini adalah luka yang terkontaminasi atau dapat pula terinfeksi dan merupakan luka pada keadaan lembab dari jaringan avaskularisasi. Yang penting diperhatikan bahwa semua sejenis luka kronis merupakan luka terkontaminasi, namun belum tentu terinfeksi, luka terinfeksi juga dapat dinilai dengan adanya peningkatan jumlah leukosit darah dalam tubuh dan peningkatan suhu tubuh. Pasien yang merokok secara statistic menunjukkan insidens luka bernanah yang lebih besar dibandingkan bukan perokok. Jaringan nekrotik yang berwarna kuning ini harus dibersihkan sebelum perbaikan dan penyembuhan jaringan dapat terjadi
  3. Luka hitam / black adalah luka dengan dasar luka berwarna luka hitam, hitam kecoklatan, hitam kehijauan, seringkali disebut dengan nekrosis atau jaringan mati. Nekrosis berasal dari bahasa Yunani Nekpos = mati  adalah nama yang diberikan untuk sel dan jaringan hidup yang mati secara tidak wajar, nekrosis berarti kematian jaringan dalam tubuh. Hal ini terjadi bila suplai darah pada jaringan tidak mencukupi, baik akibat cedera, radiasi, atau bahan kimia. Luka tertutup oleh jaringan nekrosis atau eschar yang merupakan jaringan avaskularisasi yang tidak terdapat perdarahan, eschar tampak seperti jaringan berkulit kering, tebal, dan mungkin hitam, jaringan yang mati (jaringan nekrotik) dapat menghambat penyembuhan. Nekrosis merupakan kondisi yang irreversible, jaringan nekrotik dapat berbentuk lunak atau dapat membentuk jaringan parut

Untuk info selanjutnya tentang masalah luka bisa langsung menghubungi :

087731346585 (Call/SMS)

081584077677 (Call/SMS/WA)

Apr 03

Manfaat Madu dalam Penyembuhan Luka

Dalam penyembuhan luka ternyata tidak hanya menggunakan balutan luka atau cairan luka saja. Saat ini madu pun juga bisa sebagai penyembuhan luka, selain madu enak  untuk diminum ternyata madu juga terbukti secara alamiah dapat digunakan untuk mengobati luka diabetes, namun harus menggunakan madu yang asli.

Berikut ini jenis luka yang dapat disembuhkan dengan madu yaitu :

1. Ulkus kulit (venous, arteri, diabetik)

2. Luka bakar

3. Abrasi kotor, misalnya setelah kecelakaan sepeda motor

4. Infeksi jamur

5. Donor sites skin graft

6. Luka bedah infeksi

Selain itu juga madu memiliki keistimewaan untuk penyembuhan luka yaitu :

  1. Madu meiliki osmolaritas yang tinggi (kadar air kurang dari 18%) sehingga mampu menyerap cairan luka dan memperbaiki sirkulasi dan pertukaran udara disekitar luka
  2. Madu memiliki efek membersihkan terbukti dengan terangkatnya jaringan mati pada balutan yang dioleskan madu
  3. Konsentrasi hydrogen perioksida yang terdapat pada madu hanya mengandung 1mmol/I, yang berarti hanya 1/1000 dari cairan yang biasa digunakan untuk membasmi kuma, namun efek yang dapat merusak jaringan dari hydrogen peroksida dapat diatasi oleh sifat anti oksidan dari madu dan enzim – enzim lain yang terkandung dalam madu
  4. Merangsang sel darah putih sehingga mempercepat proses penyembuhan luka
  5. Madu menciptakan lingkungan luka menjadi lembab (moist), lingkungan lembab akan mendukung proses penyembuhan luka dan tumbuhnya jaringan baru
  6. Sifat asam madu. Madu memiliki PH 3,2-4,5 cukup rendah untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang rata-rata berkembang pada pH 7,2-7,4
  7. Madu dapat lebih cepat menstimulus pembuluh darah baru

Untuk info selanjutnya bisa langsung menghubungi :

081584077677 (Call/SMS/WA)

087731346585 (Call/SMS)

 

Older posts «