May 17

Pertolongan Pada Perdarahan Luar | Ingin Konsultasi Perawatan Luka ? 0877313465855

Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah yang disebabkan oleh keadaan tertentu, yang menyebabkan seseorang kehilangan darah dalam tubuhnya. Tidak semua perdarahan akan terlihat oleh mata langsung, ada perdarahan dalam yang biasanya disebabkan karena benturan tetapi tidak mencederai kulit luar sehingga darah tidak tampak langsung.

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI) perdarahan itu sendiri terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh benturan (trauma/penyakit).

Jika yang terjadi adalah perdarahan ringan, maka tidak perlu mendapatkan penanganan khusus dan mudah diobati. Namun jika yang terjadi adalah perdarahan mayor (besar) maka akan perlu penanganan dan kewaspadaan yang lebih karena jika tidak cepat ditangani, korban akan kehilangan banyak darah dan dapat terjadi syok (dimana sel, organ dan jaringan dalam tubuh tidak mendapatkan asupan darah yang mengandung oksigen dengan cukup).

Berdasarkan pembuluh darah yang terkena, perdarahan luar dibagi menjadi 3 :

  1. Perdarahan arteri

Darah yang keluar dari pembuluh darah akan menyembur dengan cepat sesuai dengan denyut nadi, warna darahnya berupa darah segar yang berwarna merah terang. Karena darah mengandung banyak oksigen

     2. Perdarahan vena

Darah yang keluar dari pembuluh darah akan mengalir biasa, dan warnanya merah gelap karena pada darah ini mengandung karbondioksida

     3. Perdarahan kapiler

Perdarahan ini berasal dari pembuluh kapiler, darah yang keluar akan merembes. Perdarahan ini sangat kecil sehingga hampir tidak memiliki tekanan. Warna darahnya bervariasi antara merah terang dan merah gelap

Ada beberapa gejala perdarahan yang bisa kita amati seperti :

  1. Kulit lembab, pucat, dingin

  2. Denyut jantung cepat

  3. Tekanan darah menurun

  4. Pusing

  5. Penurunan kesadaran

  6. Kematian (dalam kasus berat)

  7. Nafas cepat dan dangkal

  8. Kebiruan (sianosis)

Penanganan pada perdarahan luar

            Sebelum kita menolong korban, kita harus mengetahui kondisi korban dan sekitarnya. Dengan mengenali tanda-tanda seperti diatas. Mintalah bantuan orang lain untuk menghubungi rumah sakit terdekat atau tenaga medis jika memang korban mengalami tanda-tanda syok.

Lakukan 3 A yaitu aman diri, aman pasien, aman lingkungan. Gunakan APD (alat pelindung diri) sebelum memberikan pertolongan. Jika yang terjadi hanyalah perdarahan ringan, cukup bersihkan dengan air mengalir dan berikan tekanan sedikit saja pada luka sampai darah berhenti. Lalu bagaimana jika yang terjadi adalah perdarahan berat ?

Jangan buang kesempatan, cepat tolong korban sebisa mungkin sebelum korban kehilangan banyak darah.

  1. Berikan tekanan langsung pada bagian yang mengalami perdarahan menggunakan kain bersih atau yang lainnya yang bisa digunakan untuk memberikan tekanan

  2. Bila perlu balutlah bagian yang mengalami perdarahan dan berikan simpul buka tutup supaya jaringan tetap mendapatkan asupan oksigen yang cukup

  3. Sebisa mungkin tinggikan anggota tubuh yang mengalami perdarahan (anggota gerak) lebih tinggi dari jantung untuk membantu mengurangi pengeluaran darah lebih banyak

  4. Jika perdarahan masih berlanjut, tekan pada titik tekan, yaitu arteri di atas daerah yang mengalami perdarahan. Ada beberapa titik tekan, yaitu arteri brakialis (arteri di lengan atas), arteri radialis (arteri di pergelangan tangan), dan arteri femoralis (arteri di lipatan paha)

  5. Pertahankan balutan dan tekanan walaupun perdarahan mulai berkurang

  6. Jangan memindahkan korban jika belum memiliki pengetahuan mengenai pemindahan korban, dan singkirkan benda-benda yang ada di sekitar korban (khususnya yang membahayakan)

Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585

Kami berada di

Jl. Proklamasi Blok A2 No 3

Depok 2 Tengah

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com

Ingin konsultasi perawatan luka?  Silahkan klik link berikut :

http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

May 15

Luka Bakar | Ingin Konsultasi Perawatan Luka ? 087731346585

Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh panas, listrik, zat kimia, gesekan, dingin yang ekstrim, dan radiasi yang merusak lapisan kulit dan segera memerlukan penanganan yang tepat.

Penanganan luka bakar berbeda-beda bergantung pada keparahan kondisi luka. Luka bakar dapat ditangani secara mandiri di rumah dan ada pula yang memerlukan penanganan khusus. (Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585)

Derajat Luka Bakar

Seperti yang telah disebutkan di atas, keparahan luka bakar memiliki tingkat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, berikut akan dibahas mengenai derajat luka bakar :

Derajat I

Luka bakar derajat I merusak lapisan kulit bagian luar atau disebut dengan lapisan epidermis. Luka bakar derajat I memiliki ciri berwarna merah, tanpa ada kulit yang mengelupas dan kulit yang menggelembung atau lepuhan.

Derajat II

Luka bakar derajat II merusak lapisan kulit yang lebih dalam yaitu lapisan dermis. Luka bakar derajat II cirinya mulai dari adanya lepuhan (biasanya berisi cairan berwarna bening seperti air) sampai mengelupasnya kulit luar.

Derajat III

Luka bakar derajat III merusak lapisan kulit yang lebih dalam lagi yaitu lapisan lemak hingga merusak syaraf dan pembuluh darah. Cirinya luka berwarna kuning dengan masa penyembuhan yang cukup lama.

Perawatan Luka Bakar

Pertolongan pertama pada luka bakar adalah dengan mendinginkannya dengan air mengalir tetapi bukan dengan air sedingin es karena air es dapat menyebabkan cedera yang lebih parah. Jika terdapat lepuhan yang berisi cairan, sebaiknya didiamkan dan segera hubungi Kami untuk penanganan selanjutnya J. Menghilangkan jaringan yang rusak atau mati diperlukan hanya saja ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan ahli. Maka dari itu segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat atau segera hubungi kami di 087731346585 untuk ditangani secara tepat.

Penanganan luka bakar dengan lidah buaya dapat juga dilakukan karena lidah buaya mampu menghidrasi kulit. Namun penanganan dengan lidah buaya hanya dapat dilakukan untuk luka bakar pada derajat yang ringan.

Berikut adalah foto salah satu pasien Kami yang terkena luka bakar akibat terkena air panas. Luka berikut masuk pada derajat II dan III karena terdapat jaringan kulit yang mulai menguning akibat terkena panas (perhatikan tanggal dan proses penyembuhan luka). Kulit yang rusak berangsur hilang dengan penanganan yang tepat. Warna kulit yang tampak lebih cerah (merah muda) menandakan luka yang kian membaik dan segera sembuh. Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585.

Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585

Kami berada di

Jl. Proklamasi Blok A2 No 3

Depok 2 Tengah

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com

Ingin konsultasi perawatan luka?  Silahkan klik link berikut :

http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

 

May 11

TAHAPAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA – 087731346585

Proses penyembuhan luka adalah  respon pemulihan alami oleh tubuh terhadap jaringan, kulit yang mengalami kerusakan. Jika luka ringan biasanya akan sembuh dengan perawatan sendiri di rumah, namun jika lukanya besar akan membutuhkan perawatan oleh tenaga medis karena harus mendapatkan perawatan lanjutan.

Proses penyembuhan luka ada beberapa tahapan

  1. Fase inflamasi (peradangan)

Pada tahap ini akan terjadi penyempitan darah untuk menghentikan perdarahan. Trombosit akan menggumpal di area luka. Setelah pembekuan selesai, pembuluh darah akan melebar untuk mengalirkan darah ke area luka. Inilah alasan mengapa luka terasa hangat, membengkak, dan kemerahan. Setelah itu sel darah putih akan mulai bekerja untuk mencegah terjadinya infeksi dengan menghancurkan bakteri dan mikroba pada luka dan sekitarnya.

    2. Fase proliferasi (tahap granulasi)

Setelah fase inflamasi, tahap penyembuhan luka yang kedua adalah fase proliferasi (tahap granulasi). Proliferasi diawali oleh aktivitas fibroblast men-sintesis kolagen dan proteoglikan yang menghasilkan jaringan parut (terjadi di hari ke-5 pasca luka). Fase proliferasi diakhiri dengan tumbuhnya jaringan epitel, yang mana ini berperan dalam meningkatkan aliran darah menuju area luka. Darah akan menyalurkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan jaringan untuk melancarkan proses penyembuhan luka

     3. Fase maturasi (tahap epitelisasi)

Tahap penyembuhan luka yang  terakhir adalah tahap maturasi.  Pada tahap ini produksi kolagen semakin bertambah sehingga jaringan yang tadinya rusak akan memulih secara perlahan. Tahap ini bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang membuat warna kulit pada luka akan semakin memudar dan kembali seperti kulit sekitarnya.

Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585

Kami berada di

Jl. Proklamasi Blok A2 No 3

Depok 2 Tengah

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com

Ingin konsultasi perawatan luka?  Silahkan klik link berikut :

http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

 

May 11

TIPS AMAN BERPUASA BAGI PENDERITA DIABETES

Bagi penderita diabetes, menjalankan puasa mungkin menjadi kekhawatiran tersendiri Karena takut nanti gula darahnya tidak terkendali. Tapi jangan khawatir, anda tetap bisa menjalankan puasa walaupun mempunyai penyakit diabetes

Berikut adalah beberapa tips aman berpuasa bagi anda yang yang memiliki penyakit diabetes namun ingin menjalankan puasa :

  1. Kurangi konsumsi gula berlebih

 

 

 

 

 

 

 

Saat puasa kadar gula darah memang menurun, namun saat berbuka jika terlalu banyak konsumsi manis kadar gula bisa naik sampai tak terkendali. Jadi tetap mengkonsumsi gula dan manis harus dibatasi.

 

2. Selalu pantau kadar gula darah secara rutin

 

 

 

 

 

 

Dianjurkan untuk penderita diabetes mengecek kadar gula darah, karena penusukan jarum untuk tes gula darah juga tidak membatalkan puasa, jadi diabetesi bisa rutin melakukan pengecekan. Jika tidak dilakukan pengecekan dikhawatirkan kadar gula darah dalam tubuh tidak terpantau sehingga kita tidak tahu apakah kadar gula darah dalam tubuh itu terkontrol atau tidak

 

3. Perbanyak konsumsi air putih saat berbuka dan sahur

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagi penderita diabetes, air putih dapat membuat kadar gula tetap stabil dan mengontrol konsentrasinya untuk menghindari terjadinya dehidrasi yang bisa menyebabkan lemas bahkan sampai pingsan.

 

4. Sahur menjelang waktu imsak

 

 

 

 

 

 

 

Bagi penderita diabetes sangat dianjurkan untuk makan sahur menjelang waktu imsak gunanya untuk mempersingkat waktu berpuasa.

 

5. Pastikan kandungan makanan yang dikonsumsi

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagi penderita diabetes usahakan untuk perbanyak mengkonsumsi sayuran, daging-dagingan, buah-buahan, kacang-kacangan serta ikan-ikanan untuk menambah daya tahan tubuh dan mengatur kadar gula selama puasa.

 

6. Perhatikan cemilan

 

 

 

 

 

Jangan berbuka dengan junkfood, berbahan tepung dan gorengan

 

 

Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585

 

Kami berada di

Jl. Proklamasi Blok A2 No 3

Depok 2 Tengah

 

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com

 

Ingin konsultasi perawatan luka?  Silahkan klik link berikut :

 

http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

 

May 08

APAKAH DIABETESI BOLEH BERPUASA ?

Bulan ramadhan, dimana umat islam bersuka cita menyambutnya dan diwajibkan untuk berpuasa ramadhan sebulan penuh. Bagi orang-orang yang sehat, menjalani puasa mungkin merupakan hal yang biasa untuk dilakukan, namun bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes apakah berpuasa tetap boleh dilakukan ? jawabannya boleh, namun aka ada aturan-aturan tertentu untuk penderita diabetes yang akan melakukan puasa. Karena penderita diabetes harus ada konsultasi dahulu dengan petugas medis ketika akan menjalani puasa supaya tetap bisa menjalani puasa dengan aman tanpa ada rasa khawatir.

Berikut adalah kategori penderita diabetes yang diperbolehkan berpuasa dan tidak berpuasa menurut pedoman yang dibuat oleh The International Islamic Fiqh Academy dan The Islamic Organization for Medical Sciences

  1. Risiko rendah, boleh berpuasa

  • Pasien sehat dengan diabetes yang terkontrol oleh diet dan obat-obatan

  • Kadar HbA1C <7%

  1. Risiko sedang, dapat menjalankan puasa dengan hati-hati

  • Pasien sehat dengan diabetes yang terkontrol oleh diet, obat-obatan atau short actinginsulin

  • Kadar HbA1C <8%

  1. Risiko tinggi, diperbolehkan tidak berpuasa

  • Nilai gula darah puasa atau gula darah sebelum puasa 150-300 mg/dl

  • Kadar HbA1C 8-10%

  • Memiliki komplikasi mikrovaskular (gangguan retina, ginjal, saraf) atau makrovaskular

  • Tinggal sendirian atau mendapat terapi sulfonilurea atau insulin

  • Pasien usia lanjut di atas 75 tahun

  • Pasien dengan penurunan fungsi ingatan berat, demensia, atau mendapat pengobatan yang mempengaruhi daya ingat

  • Adanya penyakit penyerta yang berat, seperti gagal jantung, stroke, kanker, atau darah tinggi yang tidak terkontrol

  1. Risiko sangat tinggi,  tidak direkomendasikan berpuasa

  • Pemeriksaan gula darah tinggi, dengan rata-rata nilai gula darah puasa atau gula darah sebelum puasa >300 mg/dl

  • Kadar HbA1C >10%

  • Hipoglikemiaberat selama 3 bulan terakhir

  • Hipoglikemia berulang atau hipoglikemia yang tidak diketahui penyebabnya

  • Adanya komplikasi diabetes ketoasidosis atau hiperglikemia hiperosmolar

  • Diabetes tipe 1

  • Adanya penyakit akut

  • Pekerja fisik berat

  • Sedang hamil

  • Pasien dengan penurunan fungsi ingatan berat, demensia, atau mendapat pengobatan yang mempengaruhi daya ingat

  • Pasien yang sedang menjalani dialisis(cuci darah)

Penjelasan diatas merupakan aturan-aturan bagi penderita diabetes jika ingin berpuasa, jadi penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa dengan meninjau dan mengikuti tips diatas dan melakukan konsultasi dengan petugas medis dahulu.

Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585

Kami berada di

Jl. Proklamasi Blok A2 No 3

Depok 2 Tengah

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com

Ingin konsultasi perawatan luka?  Silahkan klik link berikut :

http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

May 02

ANKLE BRACHIAL INDEX – perawatluka.com

Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) atau Ankle Brachial Index (ABI)

adalah test invasive untuk mengukur rasio tekanan darah sistolik kaki (ankle) VS tekanan darah sistolik lengan (brachial) menggunakan simple hand held vascular doppler ultrasound probe & tensimeter.

ABPI bertujuan untuk menentukan jenis luka pada kaki. Apakah termasuk ARTERIAL ULCER, VENA ULCER atau KEDUANYA ?

 

Pengukuran ABPI dilakukan ketika:

  1. Luka semakin memburuk
  2. Luka tidak sepenuhnya sembuh selama 12 minggu
  3. Pasien datang dengan ulkus kambuhan
  4. Sebelum dilakukan terapi kompresi
  5. Peningkatan ukuran luka
  6. Peningkatan rasa sakit pada luka

Prosedur ABI :

  1. Pasien dalam posisi berbaring dengan posisi kaki sejajar dengan posisi jantung
  2. Pasang manset tensimeter pada lengan atas, letakkan vascular doppler ultrasound pada arteri brachialis (sudut 45°)
  3. Palpasi nadi radialis diikuti dengan memompa tensimeter hingga 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang dipalpasi
  4. Perhatikan suara tekanan sistolik brachialis dengan cara mengempiskan udara manset (suara pertama yang terdeteksi oleh doppler ultrasound merupakan suara tekanan sistolik brachialis)
  5. Lakukan hal yang sama pada lengan lainnya
  6. Kemudian pasang manset tensimeter pada pergelangan kaki dan letakkan doppler ultrasound pada arteri dorsalis pedis atau arteri tibilias (sudut 45°)
  7. Palpasi nadi dorsalis pedis diikuti dengan memompa tensimeter hingga 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang dipalpasi
  8. Perhatikan suara tekanan sistolik ankle dengan cara mengempiskan udara manset (suara pertama yang terdeteksi oleh doppler ultrasound merupakan suara tekanan sistolik ankle)
  9. Lakukan hal yang sama pada pergelangan kaki lainnya
  10. Tentukan tekanan darah sistolik ankle tertinggi antara kaki kanan dan kiri
  11. Tentukan tekanan sistolik brachialis tertinggi antara lengan kanan dan kiri
  12. Hitung nilai ABPI dengan cara membagi antara tekanan darah sistolik ankle tertinggi dengan tekanan darah sistolik brachilalis tertinggi

Contoh :

Interpretasi Nilai ABI

 

Nilai ABI Status Perfusi
> 1,3

> 1,0

≤ 0,9

≤ 0,6 – 0,8

≤ 0,5

< 0,4

Elevated / incompressible vessels

Normal

LEAD

Borderline

Severe ischemia

Critical ischemia, limb threatened

 

Tipe Luka berdasarkan ABI

 

Nilai ABI Tipe luka
< 0,5

0,5 – 0,7

0,7 – 0,8

> 0,8

> 1,2

Arterial ulcer

 

Mixed arterial & vena ulcer

 

Vena ulcer

Possible clasified ulcer

 

 

Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585

 

Kami berada di

Jl. Proklamasi Blok A2 No 3

Depok 2 Tengah

 

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com

 

Ingin konsultasi perawatan luka?  Silahkan klik link berikut :

 

http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

 

May 02

Jenis – Jenis Luka

Luka : Terputusnya kontinuitas suatu jaringan oleh karena adanya cedera atau pembedahan (Agustina, 2009)

Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh  setiap orang, baik dengan tingkat keparahan ringan, sedang atau berat.Luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan (Sjamsuhidajat, 2010).

 

A. Jenis-jenis luka berdasarkan penyebabnya

  1. Vulnus Laceratum (Laserasi) adalah luka yang mengakibatkan robek pada kulit dengan identifikasinya memiliki dimensi panjang, lebar dan dalam. Biasanya Vulnus Laceratum diakibatkan karena terjatuh, terkena ranting pohon, terkena batu sehingga menimbulkan robekan pada kulit.
  2. Vulnus Excoriasi (Luka Lecet) adalah luka yang di akibatkan terjadi gesekan dengan benda keras. Cara mengidentifikasikan Vulnus Excoriasi adalah luka yang memiliki Panjang dan Lebar, Berbeda dengan “VL” yang memiliki kedalaman luka. Sebagai contoh luka lecet akibat terjatuh dari motor sehingga terjadi gesekan antara anggota tubuh dengan aspal.
  3. Vulnus Punctum (Luka Tusuk) adalah luka akibat tusukan benda tajam, yang mengakibatkan luka sempit dan dalam.
  4. Vulnus Contussum (Luka Kontusiopin) adalah luka akibat pecahnya pembuluh darah di bawah kulit, tidak terjadi robekan dan pendarahan keluar. Vulnus Contussum terjadi akibat benturan keras sehingga menimbulkan warna merah kehitaman atau kebiruan pada kulit.
  5. Vulnus Insivum (Luka Sayat) adalah jenis luka kecil dan tipis yang di sengaja dalam proses pengobatan.
  6. Vulnus Schlopetorum adalah jenis luka yang dalam akibat terkena peluru atau tembakan senjata.
  7. Vulnus Morsum (Luka Gigitan) adalah jenis luka yang disebabkan oleh gigitan gigi, baik itu oleh manusia ataupun hewan.
  8. Vulnus Perforatum adalah luka tembus yang merobek dua sisi tubuh yang disebabkan oleh senjata tajam seperti panah, tombak atau pun proses infeksi yang sudah meluas sehingga melewati selaput serosa/epithel organ jaringan tubuh.
  9. Vulnus Amputatum adalah luka yang di akibatkan terputusnya salah satu bagian tubuh, biasa di kenal dengan amputasi. Luka yang di sebabkan oleh amputasi di sebut Vulnus Amputatum.
  10. Vulnus Combustion (Luka Bakar) adalah jenis luka bakar yang di akibatkan rusaknya jaringan kulit akibat thermis, radiasi, elektrik ataupun kimia.

B. Jenis-jenis luka berdasarkan sifat lukanya

  1. luka disengaja: misalnya luka terkena radiasi atau bedah
  2. luka tidak disengaja( trauma) juga dapat di bagi menjadi dua luka tertutup dan luka terbuka. Disebut luka tertutup jika tidak terjadi robekan, sedengkan luka terbuka jika terjadi robekan dan kelihatan seperti luka abrasio(luka akibat gesekan), luka puncture (luka akibat tusukan), dan hautration (luka akibat alat perwatan luka) (muttaqin Arief 2009)

C. Jenis-jenis luka berdasarkan sifat kontaminasi

  1. Luka bersih

Luka bersih adalah luka yang tidak terdapat inflamasi dan infeksi, yang merupakan luka sayat elektif dan steril dimana luka tersebut berpotensi untuk terinfeksi. Luka tidak ada kontak dengan orofaring,traktus respiratorius maupun traktus genitourinarius. Dengan demikian kondisi luka tetap dalam keadaan bersih. Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% – 5%.

  1. Luka bersih terkontaminasi

Luka bersih terkontaminasi adalah luka pembedahan dimana saluran pernafasan, saluran pencernaan dan saluran perkemihan dalam kondisi terkontrol. Proses penyembuhan luka akan lebih lama namun luka tidak menunjukkan tanda infeksi. Kemungkinan timbulnya infeksi luka sekitar 3% – 11%.

3. Luka terkontaminasi

Luka terkontaminasi adalah luka yang berpotensi terinfeksi spillage saluran pernafasan, saluran pencernaan dan saluran kemih. Luka menunjukan tanda infeksi. Luka ini dapat ditemukan pada luka terbuka karena trauma atau kecelakaan (luka laserasi), fraktur terbuka maupun luka penetrasi. Kemungkinan infeksi luka 10% – 17%.

4. Luka kotor

Luka kotor adalah luka lama, luka kecelakaan yang mengandung jaringan mati dan luka dengan tanda infeksi seperti cairan purulen. Luka ini bisa sebagai akibat pembedahan yang sangat terkontaminasi. Bentuk luka seperti perforasi visera, abses dan trauma lama.

D. Jenis-jenis luka berdasarkan kedalaman dan luas luka

  1. Stadium I : Luka Superfisial (“Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.
  2. Stadium II : Luka “Partial Thickness” : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi, blister atau lubang yang dangkal.
  3. Stadium III : Luka “Full Thickness” : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. Lukanya sampai pada lapisan epidermis, dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya.
  4. Stadium IV : Luka “Full Thickness” yang telah mencapai lapisan oto otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.

E. Jenis-jenis luka berdasarkan waktu penyembuhan luka

  1. Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.
  2. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, dapat karena faktor eksogen dan endogen.

Apr 26

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT | 087731346585

Pengetahuan tentang kulit akan sangat berguna karena sebelum kita membahas tentang apa itu luka, kita harus mengetahui lebih dulu tentang kulit. Setiap terjadi luka maka akan berhubungan dengan kulit khususnya jika itu luka terbuka

Kulit adalah suatu pembungkus yang elastik yang melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan, kulit juga merupakan alat tubuh terberat dan terluas ukurannya yaitu 15% dari berat tubuh manusia, rata rata tebal kulit 1-2 mm, kulit terbagi atas 3 lapisan pokok yaitu, epidermis, dermis dan subkutan atau subkutis. Tikus putih (Rattus novergicus) memiliki struktur kulit dan homeostatis yang serupa dengan manusia (Wibisono, 2008).

Kulit merupakan system organ yang paling luas yang membungkus seluruh permukaaan tubuh. Kulit berfungsi untuk menjaga jaringan internal dari trauma, bahaya radiasi, temperature yang ekstrim, toksin dan bakteri.

Kulit terdiri dari 3 lapisan pokok sebagai berikut :

1. Epidermis

Epidermis merupakan lapisan terluar kulit, dalam lapisan epidermis  terbagi menjadi beberapa lapisan lagi

a. Stratum korneum memiliki sel yang sudah mati, tidak mempunyai inti sel dan mengandung zat keratin

b. Stratum lusidum Langsung dibawah lapisan korneum, terdapat sel-sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma.

c. Stratum granulosum Stratum ini terdiri dari sel–sel pipih seperti kumparan. Sel–sel tersebut hanya terdapat 2-3 lapis yang sejajar dengan permukaan kulit.

d. Stratum spinosum Lapisan ini merupakan lapisan yang paling tebal dan dapat mencapai 0,2 mm terdiri dari 5-8 lapisan.

e. Stratum basal Lapisan basal atau germinativum, disebut stratum basal karena selselnya terletak dibagian basal. Stratum germinativum menggantikan sel-sel di atasnya dan merupakan sel-sel induk.

2. Dermis

Dermis merupakan lapisan dalam yang berupa jaringan ikat dan berasal dari mesoderm

a. Lapisan papiler merupakan lapisan tipis yang mengandung jaringan ikat jarang

b. Lapisan retikuler merupakan lapisan tebal, terdiri dari jaringan ikat padat

3. Hypodermis atau subkutis

Subkutis terdiri dari kumpulan sel lemak dan di antara gerombolan ini berjalan serabut jaringan ikat dermis. Sel-sel lemak ini bentuknya bulat dengan inti yang terdesak kepinggir, sehingga membentuk seperti cincin. Lapisan lemak disebut penikulus adiposus yang tebalnya tidak sama pada setiap tempat.

Kulit memiliki peran yang sangat penting dalam perlindungan tubuh, termasuk melindungi organ-organ tubuh manusia. Kulit memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

1. Melindungi tubuh

Sebagai organ tubuh paling luas, kulit memiliki fungsi perlindungan tubuh, yakni berfungsi melindungi otot, tulang, ligamen, pembuluh darah, sel saraf, serta organ di dalam tubuh. Kulit juga sangat berperan terhadap daya tahan tubuh untuk melindungi diri dari kuman berbahaya.

2. Menjaga suhu tubuh

Kulit dapat merespons naik atau turunnya suhu tubuh, yang dikirimkan berupa sinyal dari otak. Untuk mendinginkan tubuh yang kepanasan, kelenjar keringat akan membuat tubuh mengeluarkan keringat melalui kulit

3. Menyimpan lemak dan membantu proses sintesis

Kulit berfungsi sebagai pusat penyimpanan air dan lemak. Lemak ini bertugas menyangga otot dan tulang agar tetap menempel. Kemudian memungkinkan berlangsungnya proses sintesis vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari.

4. Menjadi indera perasa

Kulit memiliki beragam ujung saraf yang berfungsi sebagai indera perasa manusia terhadap suhu panas atau dingin, sentuhan, getaran, tekanan, hingga rasa nyeri dan sensasi lainnya.

5. Sebagai alat respirasi bagi tubuh

6. Melindungi struktur internal tubuh dari kerusakan mekanis seperti trauma atau kerusakan yang disebabkan oleh sumber-sumber yang kurang terlihat (misalnya Sinar UV).

Feb 22

Cara Merawat Luka Bakar | Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hub : 087731346585

Luka bakar adalah kerusakan pada kulit yang sering disebabkan oleh panas dan bisa sangat menyakitkan hingga mengakibatkan gejala seperti:

  • Kulit memerah

  • Kulit mengelupas

  • Luka melepuh

  • Kulit hangus

  • Pembengkakan

Kami berada di Jl. Proklamasi Blok A No. 3 Depok 2 Tengah

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com Ingin konsultasi perawatan luka?

Silahkan klik link berikut

http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

Ria Hestiana Putri,  SKp, WOC(ET)N No SIPP: 4463/5527/SDK/SIPP/XIII/2018

Ns. Nila Indrayati SKep,  CWCCA No SIPP: 4463/5526/SDK/SIPP/XIII/2018

Feb 21

Cara Pemakaian Melolin | Punya Luka Sulit Sembuh ? Hub 087731346585

MELOLIN

LOW ADHERENT ABSORBENT DRESSING

Karakteritik :

  • Fleece (80% katun, Polyester fiber)

  • Perforated Polyester Film

Indikasi :

Sebagai dressing untuk luka :

  • Luka superfisial

  • Luka pasca operasi

  • Luka dengan eksudat ringan

Keunggulan :

  • Tidak lengket pada luka

  • Dapat mengontrol eksudat, khususnya eksudat yang ringan

  • Tidak strikethrough (merembes ke permukaan dressing)

Cara Penggunaan :

  • Letakkan selembar dressing yang terdapat lapisan film menempel pada luka

Punya Luka yang Sulit Sembuh ? Hubungi Kami 087731346585

Kami berada di Jl. Proklamasi Blok A No. 3 Depok 2 Tengah

Info lebih lanjut :

Whatsapp / SMS / Call : 087731346585

Instagram : @depokrumahpeka

Facebook : Rumah Peka Depok

Website : www.perawatluka.com

Ingin konsultasi perawatan luka?

Silahkan klik link berikut http://bit.ly/Inginkonsultasiluka

Ria Hestiana Putri,  SKp, WOC(ET)N No SIPP: 4463/5527/SDK/SIPP/XIII/2018

Ns. Nila Indrayati SKep,  CWCCA No SIPP: 4463/5526/SDK/SIPP/XIII/2018

 

Older posts «

call us